Phase 1: Issues of Muslim Life (According to Al-Quran)

Islam is more than a religion; it is a comprehensive way of life. The Quran, Mohammed, his immediate followers, and generations of theologians prescribed numerous regulations governing every aspect of the Muslim social, political, economic, and religious life. 


WOMEN'S RIGHTS

Are women equal to men according to Islam?
  • Islam teaches that women are inferior to men.
    "...And women shall have rights similar to the rights against them, according to what is equitable; but men have a degree over them..." Surah 2:228
In what areas are women unequal to men in Islam?
  • Islam teaches that women are less than equal to men in at least two major areas:
    First, in inheritance: A woman's share is half that of a man.

    "To the male a portion equal to that of two females..." Surah 4:11
    Second, in court witness: The witness of two women equals the witness of one man.

    "And get two witnesses out of your own men, and if there are not two men, then a man and two women such as ye choose, for witness..." Surah 2:282
What is the status of a wife in relation to her husband?
  • Islam considers the wife a possession.
    "...Fair in the eyes of men is the love of things they covet: Women and sons; heaped-up hoards of gold and silver; horses..." Surah 3:14
What is the extent of a husband's authority over his wife in Islam?
  • Islam teaches that a wife is subject to punishment by her husband. As a punishment, beating a wife or abstaining from sexual relations with her is allowed.
    "...As to those women on whose part ye fear disloyalty and ill-conduct, Admonish them, refuse to share their beds, beat them,..." Surah 4:34
    "For those who take an oath for abstention from their wives, a waiting for four months is ordained; if they return, God is oft-forgiving, most merciful." Surah 2:226
What rules apply only to women regarding their appearance in public?
Islam instructs women to veil themselves always when they are outside their homes.  And, even inside their homes, in certain situations.

"And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty; that they should not display their beauty and ornaments except what appear thereof; that they should draw their veils over their bosoms and not display their beauty..." Surah 24:31

"O prophet! Tell thy wives and daughters, and the believing women, that they should cast their outer garments over their persons (when abroad)..." Surah 33:59


[source: www.Islam Review.com ~ Abdullah Al Araby (In this article we will examine only a few of these Islamic regulations, based on the most reliable source of all Islamic teachings, the Quran. The reader must determine whether it is acceptable to live under such teachings)]

Kesedaran Diri

“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Bukhari dan Muslim)


Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.



Menyedari bahwa dosa diri tak akan terpikul di bahu orang lain

Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di bahu orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164.  

“…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersedar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersedar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersedar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.

Menyedari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung

Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan.

Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17,  
“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”

Menyedari bahwa syurga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit

Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam syurga. Fikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk syurga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahawa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk syurga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.

Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih syurga.

Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Al-baqarah ayat 214.  
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Menyedari bahwa azab Allah teramat pedih

Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: syurga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)

Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.

“Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (Bukhari dan Muslim)

Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita.

Renung-renungkanlah wahai manusia yang selalu alpa. Marilah kita saling ingat mengingatkan antara satu sama lain, semoga rahmat Allah SWT senantiasa bersama kita, in shaa Allah.

[sumber: blogger & iluvislam.com] 

Tentang Amanah & Taubat

Dirawikan dari Amr bin Dinar dari Jaafar dari Nabi SAW beliau bersabda:
“Siapa lupa membaca selawat padaku, salahlah ia meniti jalan di Syurga.”

Rasulullah SAW bersabda:
“Pembohong, penipu dan pengkhianat tempatnya Neraka.”

Beliau juga bersabda:
“Siapa bekerjasama dengan manusia. Dia tidak menzalimi mereka. Dan apabila berkata tidak bohong. Maka dia termasuk orang yang sempurna harga dirinya, terbukti keadilannya dan mestilah berkawan dengannya.”

“Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang taubat dan mengasihi orang-orang yang bersuci.”

Lalu Allah memberi wahyu padanya, “Hai Adam, Kutimpakan pada keturunanmu kepayahan dan Kuterima taubat mereka. Jika mereka berdoa pada-Ku, Ku kabulkan seperti Aku mengabulkanmu. Jika mereka mohon ampun, Aku tidak bakhil. Aku Maha dekat dengan gembira dan senyum. Doanya dikabulkan.”

Baginda bersabda:
“Jika kau berbuat kesalahan memenuhi langit, lalu menyesal, tentu Allah menerima taubatmu.”

Baginda bersabda lagi:
“Seorang hamba berdosa, namun dia bersamanya masuk Syurga”. Ditanyakan, “Bagaimanakah demikian ya Rasulullah?” Baginda menjawab, “Kerana matanya letih bertaubat juga menjauhi larangannya hingga masuk Syurga.”

Baginda bersabda:

“Adalah penghapus dosa itu penyesalan.”

Dan beliau bersabda lagi:
“Orang yang bertaubat seperti orang yang tidak berdosa.”
 
Sumber: http://koleksi-kata-kata-hikmah-dalam-islam.blogspot.com/

Kata-kata Hikmah & Peringatan UAI

Beberapa kata-kata hikmah dan peringatan daripada Ustaz Azhar Idrus atau UAI. 

1.Mengenai Percintaan/Perkahwinan

  • Jangan pikat wanita kalau anda tak bersedia cintakan dia.
  • Jangan buat wanita itu jatuh cinta kalau anda tak cintakan dia. 
  • Jangan memberi wanita harapan kalau anda tidak pasti.
  • Jangan sakitkan hati wanita kalau anda tiada hati untuknya. 
  • Jangan mainkan perasaan wanita kalau anda tiada perasaan untuknya.
  • HARAM jika jadikan wanita itu kekasih tetapi tiada niat untuk nikahinya. 
  • Istikharah – Bila hati terasa lapang itu tanda jodoh yang baik dan sebaliknya. 
  • Perkahwinan paling berkat – Yang paling murah mas kahwin paling murah belanja. RM10 ribu belanja mas kahwin untuk wanita yang reti belaker, serba-serbi reti (agama dll) HARAM wat menantu yang tidak solat walaupun sah nikah. Tinggal 1 waktu 6 ribu tahun bakar dalam neraka.
  • Lelaki soleh digalakkan kahwin dengan perempuan tak solehah, Perempuan solehah tak digalakkan kahwin dengan lelaki tak soleh.
  • Luah perasaan nak kahwin pada wanita boleh tapi bukan dalam keadaan khalwat. (cth depan mak dia) 
  • Hendaklah kamu pergi melihat dulu perempuan itu, baru berkahwin. Makruh tak tengok. Yang dah couple tapi akhirnya bernikah, wajib bertaubat juga dosa-dosa couple lepas.
  • Yang dah tunang bawa tunang gi jalan-jalan boleh tapi kena bawa mak ayang dia sekali. 
  • Kalau dah berkenan, pergi ke rumah merisik dan bertanya jujur & ikhlas nyatakan hajat nak kahwin.
    Cara melamar si dia :)
  • Hukum bercouple/berpasang-pasangan sebelum berkahwin adalah HARAM kerana bukan dari sunnah Nabi tetapi meniru gaya barat. 
  • Cinta, Kasih, Nak bergalok, adalah selepas nikah baru seronok,
  • Dop payoh/sukar nikoh ni, bende yang mudoh.
  • Perempuan yg cantik akan membuka "mata lelaki" Tapi perempuan yg baik akan membuka "hati lelaki".
  • Bercouple dengan Bercinta adalah berbeza.
  • ‎"Assalamualaikum. Hai cik adik leh kenal? Tak jawab dosa tau!"Makruh jawab salam ini sebab boleh membawa kepada fitnah.
  • Semua lelaki adalah sama kacak, namun yang paling kacak di antara mereka ialah yang paling baik iman dan akhlaknya.
  • Sunat buang air kecil dalam keadaan duduk. Oleh itu siapa yang kencing berdiri, perbuatannya makruh tapi tak berdosa.
  • Carilah harta sebanyak mana pun tapi jangan jual agama. Sampai masa solat kita solat, jangan kejar dunia semata-mata.
  • Syaitan tidak pernah berputus asa untuk menarik kita ke neraka.
2.Umum


  • Jangan hanya melihat KEBURUKAN ORANG, kerana SEBURUK-BURUKNYA dia, ada 1001 KEBAIKAN yang kamu tidak pernah lihat :) 
  • Masih bernyawa adalah nikmat yang luar biasa. Sayangnya, jarang-jarang manusia mensyukurinya.
  • Bila terasa diri itu terlebih baik dalam segala hal maka sebenarnya dia berada di atas jalan syaitan.
  • Jangan terlalu sombong kecuali jenazah kita boleh bergolek masuk sendiri ke dalam lubang kubur.
  • Melayu tanpa ISLAM
  • Kita janganlah taksub sangat dengan artis. Haram jadinya kalau kita terlampau taksub dan memuja mereka.

3.Suami isteri/Rumahtangga

  • Satu suap rezeki yang halal masuk ke dalam mulut isteri kita sama macam kita bagi satu sedekah kepada fakir miskin.
  • Kena ingat bila menjadi suami atau isteri, kedua-duanya ada tanggungjawab yang akan ditanya oleh ALLAH pada hari akhirat nanti. 
  • Sayangi isteri mung/kamu walau seburuk mana pun perangai mereka. Mereka anugerah yang tak ternilai bagi insan yang bernama suami. 
  • Isteri bila pergi shopping kalau boleh dengan tauke kedai pun dia nak beli. Sebab tu suami kena selalu pimpin tangan isteri.
  • Bimbinglah isterimu dengan penuh kasih sayang, didiklah mereka menjadi wanita solehah kerana mereka bakal menjadi kekasih syurgamu.
  • Suami yang terbaik adalah suami yang memaafkan segala dosa isterinya setiap hari sebelum tidur.
Sumber:  blog ~ http://www.jomkenalislam.my

Next Outdoors Activity: Jerangkang Falls



Nature & wilderness life come back. Searching for my outdoors stuff (bagpack, ponco, hammock, bla..bla) in store room. Alhamdulillah, its still there! After several years left with nothing, i get involved wit nature life -- hiking & camping. Started with Air Terjun Berkelah, Pahang me & 17 OCC (Outdoors Challengers Club) went there on 1st - 3rd March 2013. Its thrill and really challenge me. Watching my steps on rocks, i even fell down once then my ankle pain. Not wearing sandals, prefer on foot (luka sana sini, normal la..). Pity of Zam who volunteer to carry my bagpack (weight more 15 kg). This is real life of me actually, i love xtreme activities. 
Always pray to Allah SWT to give much strenght & another longer life for having so much fun.. if u love nature, u should grab some books about it.. enjoy reading..

"The rain forest floor has litter, but it is often a thin layer, rarely more than a few centimeters deep. If you brush it aside with your boot, an intricately interwoven mass of white threads will be revealed just under the surface. This pallid, tangled mass consists of the rootlets of forest trees and strands of fungal mycelia. And if you carefully trace the wandering path of a fungal thread from a rotting fruit or a decomposing leaf, you will often find that it leads to the tiny rootlet of a large tree. The root systems of the massive forest giants are bound together with lowly fungi in complex, mutually beneficial relationships. These relationships, known as mycorrhizal associations, seem to operate in much the same manner as do lichens, a familiar temperate zone symbiosis between fungi and photosynthetic algae. Each member of the association specializes in the production and uptake of different nutrients: the photosynthetic trees provide important sources of energy and the nonphotosynthetic fungi provide certain minerals." Book Review ~ Tropical Nature: Adrian Forsyth & Ken Miyata

Activity:
Our next destination -- JERANGKANG FALLS (Unknown big brother of Berkelah). Probably i could prepare some paperworks and plan on August 2013 activity.

The Jerangkang Falls can be reached from the KL-Kuantan road. About 30 km after passing Maran, turn left at a signboard 'Hutan Lipur Jerangkang'.
The road leads through rubber plantations and passes under the new KL-Kuantan Highway.
For the last part a 4WD is needed, but that may change as work is in progress on the access road.  Transport to the falls can be arranged from a nearby kampung.
 
#A bit info about this area
State :Pahang
Location :Kampung Paya Bungor
Coordinates and map :N03° 46.58' E102° 56.26'
Water Source :River
Waterfall Profile :Many (near) vertical falls
Accessibility :4WD, trekking (RM25 / person)

Quote of a day:
"There is always music amongst the trees in the Garden, but our hearts must be very quiet to hear it.” ― Minnie Aumonier

INFO: Kembara di hutan/air terjun

Tatacara Kembara
Dianugerahkan dengan Hutan Hujan Tropica yang luas, Malaysia merupakan salah satu distinasi Eco-tourisim atau pelancongan berasaskan alam semulajadi yang terkenal di rantau asia. Hutan tebal, sungai dan gunung ganang merupakan tulang belakang kepada hutan tropika ini. Kepada sesiapa yang sanggup menghadapi cabaran, peluang untuk menjelajah dan mengenal dengan lebih mendalam rahsia hutan amat terbuka luas.
Akan tetapi, hutan boleh dijadikan kawan dan ia juga boleh menjadi lawan sekiranya kita tidak betul-betul bersedia menghadapinya, baik dari segi kelengkapan peralatan, pengetahuan, kekuatan mental dan kekuatan fizikal. Untuk itu kita haruslah memahami segala bentuk cabaran yang sedia menanti dalam hutan sebelum cuba untuk menaklukinya kerana ia boleh menjadi sangat mencabar dan merbahaya dari banyak segi.
Disini saya ingin membawa kepada anda sedikit panduan dan juga tatacara untuk hidup di dalam hutan sebelum kita bercadang melangkah ke alam semula jadinya yang penuh dengan keajaiban.

Permulaan

Rasa hormat dan cinta terhadap alam semulajadi merupakan permulaan yang baik sebelum melangkah lebih jauh ke dalam hutan. Disamping berfikiran terbuka, mempunyai perasaan yang positif terhadap hutan juga boleh membantu semasa berada di hutan.

Keadaan Fizikal dan Mental

Fizikal lebih menjurus kepada elemen kekuatan (tenaga luaran/penampilan) dan mental pula berteraskan elemen pemikiran ( kecekalan/tenaga dalaman).
Selalunya, mental akan terlebih dahulu mengaku kalah sebelum fizikal. Sekiranya mental anda awal-awal lagi sudah mengaku kalah, walaupun dari segi fizikal anda masih boleh meneruskan perjalanan maka anda tidak akan sampai ke detinasi yang di tuju. Akan tetapi sekiranya mental anda berkata anda akan sampai ke tempat yang di tuju, walau apa pun halangan fizikal yang dihadapi, anda akan tetap sampai juga akhirnya. Fizikal yang kuat dengan mental yang lemah tidak akan menjanjikan kejayaan.
Untuk menilai kekuatan mental bukanlah dengan cara melihat susuk tubuh seseorang itu kerana adakalanya orang yang bertubuh kecil itu lebih tinggi tahap kecekalan mentalnya dan begitu juga sebaliknya kerana tahap mental seseorang itu amatlah subjektif. Untuk membina mental yang kuat dan cergas, anda digalakkan menyemai keyakinan tinggi kepada diri sendiri. Sentiasa berfikiran positif. Disamping itu amalkan sifat terbuka dalam pergaulan, tidak mementingkan diri sendiri dan yang paling utama ialah pengisian jiwa kita dari sudut keagamaan.
Walaubagaimanapun, persediaan dari segi kekuatan fizikal adalah amat penting sebelum memulakan sebarang aktiviti pengembaraan. Untuk aktiviti yang mencabar ianya memerlukan anda bersedia dari segi fizikal dan memerlukan ketahanan stamina yang agak tinggi. Aktiviti seperti berjogging, atau berbasikal boleh dijadikan aktiviti persediaan yang baik sebelum memulakan pengembaraan lasak untuk membina ketahanan fizikal. Amalan menggunakan tangga untuk bergerak ketika dipejabat adalah juga sebahagian daripada latihan untuk mengguatkan lutut dan betis.
Untuk pengembaraan hutan (jungle trecking) yang tidak melibatkan pendakian gunung, anda tidak begitu memerlukan keadaan fizikal yang baik. Akan tetapi jika pengembaraan yang melibatkan pendakian gunung, anda haruslah mempunyai keupayaan fizikal yang kuat dan stamina yang tinggi kerana ketika mendaki anda akan membawa bersama lebih kurang 15kg bebanan (bag) dan ini memerlukan kekuatan pada kaki dan belakang. Dan semasa menuruni bukit kekuatan leher dan kaki amatlah penting supaya tidak mudah tergelincir.
Anda mestilah belajar menerima dan cepat menyesuaikan diri kepada perubahan cuaca atau keadaan sekeliling apabila berada didalam hutan. Faktor cuaca seperti cuaca sejuk, panas mahupun hujan, ribut atau banjir adalah sebahagian daripada kemungkinan yang harus dihadapi. Berfikirlah secara matang dan jangan terburu-buru dalam membuat keputusan. Pertimbangkan semua peluang yang ada sebelum mengambil sebarang keputusan, sebaik-baiknya anda berbincang dengan rakan-rakan dalam menentukan tindakan anda seterusnya.
Adalah lebih baik sekiranya anda mengumpul semua maklumat tempat atau lokasi yang anda ingin tujui sebelum memulakan perjalanan. Ini sedikit sebanyak boleh menolong anda menyediakan peralatan yang perlu untuk menghadapi keadaan yang bakal ditempohi. Dalam sesetengah kes, pengambara yang berpengalaman juga boleh menghadapi masalah dalam menghadapi perubahan keadaan atau cuaca sekiranya tiada persediaan rapi.

Bag

Pilihan bag bergantung kepada:
a) jenis pengembaraan; 
b) jarak masa berada di luar 
c) kekerapan anda 
d) kesanggupan berbelanja.  
Bag atau haversack hendaklah mempunyai kerangka dalam yang di jahit di dalam bag dan tali (straps) yang boleh di laras mengikut kesesuaian. Anda haruslah selesa semasa memikul bag anda. Bag yang baik haruslah mempunyai padding yang baik, strap dada dan beberapa poket disebelah tepi dan atas. Ianya juga haruslah mempunyai lash-point untuk menggantung peralatan yang besar seperti ground mats (alas tanah), kantung tidur (sleeping bag) dan khemah. Bag berkapasiti 35 hingga 45 liter cukup sesuai untuk tiga hari berkembara (pergi & balik). Untuk jangka masa seminggu, anda memerlukan bag yang berkapasiti 60 liter atau lebih. Barangan yang berat hendaklah di simpan di bahagian bawah bag. Ketatkan waist strap (tali di pinggang) semasa berjalan untuk mengurangkan kesakitan/lenguh pada bahu anda. Berat bag yang amat sesuai semasa pengembaraa ialah 15Kg.
Bungkuskan barangan anda terutama baju didalam plastik sebelum memasukkannya kedalam bag, ini akan menghalang air (hujan atau sungai) dari merosakkan barangan anda terutama bag tidur dan pakaian. Kebanyakkan bag di pasaran adalah diimport dan agak mahal. Pilihlah bag yang sesuai dengan aktiviti yang anda ingin sertai. 45 – 60 liter amatlah sesuai untuk pengembaraan hutan di Malaysia kerana paling lama anda mungkin berada di dalam hutan adalah untuk tempoh satu minggu.

Pakaian

Pakaian haruslah sesuai untuk humuditi (suhu) dan kepanasan hutan. Semua pakaian hendaklah disimpan di dalam plastik sampah ( diikat supaya tidak dimasuki air). Amatlah penting untuk mempunyai pakaian yang kering terutama apabila anda bersiap sedia untuk tidur.
Bawa hanya pakaian yang diperlukan sahaja. Sehelai seluar boleh dipakai sehingga tiga hari. Jikalau pengembaraan memakan masa beberapa hari, cuci pakaian anda, tetapi ambil perhatian pakaian akan mengambil masa yang agak lama dari kebiasaan untuk kering bila berada di dalam hutan. Ringan, nipis dan cepat kering merupakan kriteria utama semasa memilih pakaian untuk di bawa. Pakaian yang diperbuat dari nylon cukup sesuai untuk dibawa kerana ianya ringan dan cepat kering. Untuk melindungi kaki anda, seluar cotton atau nylon trak cukup sesuai. Jangan sekali kali membawa seluar jeans, sweater atau kasut boots.
Pilihan kasut perlulah disesuaikan dengan aktiviti dan bentuk mukabumi yang akan dilalui. Kebanyakkan kasut yang diimpot hanya sesuai digunakan untuk berjalan tetapi tidak begitu sesuai untuk kegunaan pendakian. Kasut getah (selalunya dipakai oleh penoreh getah di zaman dahulu) adalah amat sesuai untuk pendakian gunung kerana ianya murah, ringan dan tahan lasak.
Untuk trek yang senang, sepasang sandal yang kuat adalah piihan yang baik terutama apabila terpaksa mengharungi sungai atau alur air. Akan tetapi, laluan sukar dan berbatu seperti trek ke gunung, kasut hiking adalah amat sesuai untuk memastikan keselesaan semasa mendaki dan menuruni gunung. Untuk mengelakkan kaki dari luka/melecet akibat berjalan terlalu lama, jangan lupa memakai stokin.

Khemah

Khemah berbentuk Kubah (Dome Tent) adalah pilihan yang terbaik. Walaupun Khemah A-Frame masih terdapat di pasaran tetapi ianya agak kurang popular kerana ia agak sukar dipasang semasa di dalam hutan berbanding dengan Khemah Kubah. Four-Man Tent adalah sesuai untuk di huni oleh tiga orang sahaja. Untuk Khemah Kubah ianya agak mudah di pasang, hanya lima minit diperlukan untuk mendirikan sebuah khemah kubah berbanding dengan A-frame tent yang mungkin mengambil masa hampir 30 minit. Khemah Kubah juga tidak memerlukan khemah di “pacak” ke tanah dan ianya amat ringan sekali. Jangan sekali-kali menggunakankan alat memasak bergas (gas stove) atau lampu bergas (gas latern) di dalam khemah kerana ini akan menyebabkan kesukaran bernafas (asphyxiation) dan boleh mengakibatkan kematian.
Satu cara paling mudah untuk tidur sewaktu berkembara ialah dengan menggunakan kantung tidur atau sleeping beg. Kebiasaannya sleeping beg boleh kita miliki dengan berbelanja sekitar RM30 –RM60. Kebanyakkan Kantung Tidur yang diimpot agak besar dan berat. Untuk cuaca di hutan Malaysia, kantung tidur yang nipis sudah memadai. Alaskan kantung tidur anda dengan ground mat yang boleh didapati di pasaran dengan mudah dan murah. Dengan RM12 ground mat, dapat menjamin keselesaan tidur anda. Fungsi ground mat ialah menghalang suhu kesejukan tanah dari meresap kebadan anda terutama diwaktu pagi.

Unggun Api

Sesetengah orang menyalakan unggun api dan setengahnya pula tidak. Sekiranya kawasan perkhemahan itu agak terancam oleh binatang buas ianya agak perlu memasang unggun api sekurang-kurangnya dapat menghalang binatang buas dari mendekati kawasan khemah anda. Asap dari unggun api dapat menghalau binatang buas dan juga serangga seperti nyamuk.
Gunakan kayu yang telah mati atau tunggul kayu untuk meghidupkan unggun api anda. Bersihkan kawasan sekeliling unggun api sebelum menyalakan api terutamanya daun-daun kering dan ranting-ranting kecil. Pagarkan unggun api tersebut dengan menggunakan batu supaya api tidak merebak. Pastikan api unggun mudah dikawal dan tidak dinyalakan terlalu hampir dengan khemah anda.

Belerang

Dengan menabur belerang disekeliling khemah juga adalah salah satu cara bagi mengelakkan tapak perkemahan anda dicerobohi oleh haiwan atau serangga menjalar seperti ular, halipan, ulat bulu atau kala jengking. Pastikan anda menaburkan belerang selepas sahaja khemah siap didirikan. Selain menabur belarang disekeliling khemah, adalah juga digalakkan melakukannya disekeliling tapak perkhemahan anda. Belerang yang berwarna kuning seakan-akan serbuk kunyit boleh dibeli di kebanyakan kedai yang menjual peralatan kembara dengan harga yang amat berpatutan.

Makanan

Jenis makanan yang dibawa amat bergantung kepada jangka masa sesuatu perjalanan. Ia boleh di katagorikan kepada tiga bahagian atau bentuk iaitu makanan kering, makanan basah atau makanan dalam tin. Memasak di dalam hutan sepatutnya dilakukan dengan mudah, cermat dan selamat samada menggunakan kayu api, lilin memasak atau dapur gas.
Mee segera , roti atau nasi merupakan pilihan yang baik kerana ianya agak ringan berbanding dengan makanan yang lain. Dapur gas mudah alih (Butane Stoves) dan mess tins merupakan alatan berbagai fungsi (sebagai kuali, periuk ,pinggan atau cerek) dan ianya agak ringan dan mudah di bersihkan. Makanan yang kaya dengan tenaga seperti coklat bar, kentang goreng, nestum atau oat merupakan makanan segera yang amat mudah dibawa dan dimasak. Bila berkembara jangan terlalu memikirkan keselesaan kerana setiap perjalanan pasti ada pahit manisnya & pengalaman akan menjadikan kita lebih dewasa. Sentiasa sematkan didalam minda akan motto utama kembara iaitu “ Lebih Sukar Lebih Mencabar”. Nah ! ianya menggambarkan segalanya.

Peralatan

Membawa barang-barang yang perlu merupakan langkah yang paling utama. Adalah penting untuk membawa barangan ringan untuk menikmati keseronokan pengembaraan akan tetapi anda perlu juga memikirkan peralatan kecemasan. Kebanyakkan pengembara yang kurang berpengalaman, cenderong membawa barangan yang tidak begitu diperlukan yang hanya akan menambah berat bag masing-masing. Adalah tidak perlu untuk membawa peralatan bersolek atau minyak wangi didalam hutan, bedak antiseptik (antiseptik talc) sudah memadai. Berat yang minimum merupakan objektif utama.
Sekiranya anda mengembara didalam satu kumpulan, perancangan adalah amat penting supaya tiada barang yang sama dibawa didalam kumpulan tersebut. Ketua kumpulan seharusnya tegas dalam menentukan barangan yang akan dibawa untuk memastikan berat setiap ahlinya berada didalam kadar yang paling minimum.

Peti Bantuan Kecemasan (First Aid Kits)

“Don’t leave home without it” itulah rangkap kata yang sering kali dikaitkan dengan peti bantuan kecemasan apabila anda bercadang untuk berkembara. Memang benar tiada siapa yang inginkan kecelakaan tetapi mengambil tindakan berjaga-jaga adalah salah satu cara menghindarinya. Dalam setiap kumpulan atau individu yang ingin berkembara adalah diharuskan membawa sekurang-kurangnya 1 peti bantuan kecemasan. Memadai dengan beberapa tablet panadol, minyak sapu, pil cirit birit, minyak cap kapak, kapas dan beberapa ubat-ubatan yang dirasakan perlu. Tentukan bekas peti bantuan kecemasan anda tidak mudah diresapi air, jalan selamat ialah dengan membalut peti anda dengan plastik.
 
Apa yang perlu dibawa untuk pergembaraan dalam masa sehari:
Air yang mencukupi, makanan ringan dan sedikit alat pertolongan cemas. Ini adalah barangan yang diperlukan sekiranya anda mengetahui kawasan yang anda ingin terokai. Akan tetapi sekiranya tempat tersebut agak baru bagi anda, adalah dinasihatkan supaya anda membawa sedikit makanan berat seperti roti sebagai makanan sokongan sekiranya berlaku sebarang kecemasan dan anda terpaksa bermalam di dalam hutan. Peralatan utama seperti mancis api,lampu suluh, pisau dan baju hujan juga perlu di bawa untuk menghadapi kemungkinan diluar jangkaan.
 
Untuk pengembaraan yang melebihi dua hari:
Peralatan asas mandian, pakaian yang secukupnya, makanan, botol air, lilin memasak, mess tin, ground mat, khemah, lampu suluh, selipar, baju hujan( poncho), mancis api, pisau atau parang, kompas dan alatan bantuan kecemasan (ubat-ubatan) merupakan barangan yang perlu dibawa.
 
Alatan Tambahan:
Dapur gas mudah alih (gas storve ), lampu pelita( gas/ minyak/lantern) dan tali merupakan alatan tambahan yang diperlukan sekiranya kawasan yang anda akan terokai itu agak merbahaya.

Berjalan

Teknik berjalan didalam hutan agak sukar dipelajari melalui membaca, anda seharusnya boleh belajar hanya melalui pengalaman sendiri. Pengembara berpengelaman sekalipun boleh melakukan kesilapan.  Rancang perjalanan supaya anda dapat menentukan rentak (kelajuan) berjalan, tahap kecergasan dan keupayaan anda. Jangan sekali kali cuba untuk berlumba sesama sendiri semasa berjalan kerana ini akan menganggu tumpuan anda terhadap jalan yang anda lalui. Cuba untuk tidak memijak batu, kayu mati, akar atau lumpur semasa berjalan. Lakukan senaman memanaskan badan terutamanya bahagian kaki sebelum melakukan perjalanan kerana ini akan melancarkan perjalanan darah dan mengelakkan kekejangan otot, disamping menggurangkan senggal/lengguh badan. Kebiasaanya senggal/lengguh badan akan mula terasa 1-2 hari selepas selesai berkembara. Untuk menggurangkan rasa sakit, senggal atau lengguh badan, makan dua biji panadol selepas sahaja selesai penggembaraan.
Jangan sekali kali merasa terkejut dengan keadaan laluan/jalan, anda seharusnya sudah bersedia menghadapi sebarangan keadaan yang diluar jangkaan. Bertenang dan cuba menikmati keindahan hutan semulajadi disekeliling anda. Berjalan dengan perlahan tetapi berterusan akan menggurangkan kepenatan. Berjalan pantas kemudian berehat panjang kurang baik untuk tubuh anda . Berhenti rehat dalam jangka waktu 5 minit adalah amat memadai (jangan sampai peluh kering). Adalah dinasihati supaya terus berjalan semasa badan anda masih panas.
Jangan minum air terlalu banyak semasa berjalan kerana ini akan membuat badan anda berat dan melambatkan pergerakan, namun begitu anda digalakkan meminum air dalam kuantiti yang rendah selang 20 minit berjalan bagi mengelak badan anda dari kehilangan air (dehydrated) keesokkan harinya.
Elakkan minuman bergas kerana ini akan menggangu perut anda dan mengakibatkan pening kepala dan loya tekak. Bagi wanita yang memakai tudung, pastikan anak tudung yang di gunakan dalam keadaan longgar dan selesa. Anak tudung yang ketat akan mencengkam kulit kepala dan ini serba sedikit akan membataskan pergerakan darah dan secara langsung akan mengakibatkan pening/sakit kepala.
Menyeberangi sungai memerlukan kerjasama dari setiap ahli kumpulan. Jangan sekali kali memegang bag kawan anda semasa menyeberangi sungai kerana sekiranya terjatuh anda akan menarik sekali kawan anda . Ini amat merbahaya sekiranya sungai yang cuba anda seberangi agak dalam, memegang tangan adalah cara yang paling selamat. Jangan beranggapan sungai yang cetek tidak ada bahayanya. Jika sungai yang hendak diseberagi berarus deras , rentangkan tali diantara dua tebing (depan/belakang) bagi memudahkan proses menyeberang. Pegang tali dengan kemas dan pastikan hanya 2 atau 3 orang menyeberang dalam satu-satu masa bagi mengelakkan tali menjadi terlalu tegang yang boleh mengakibatkan tali terputus atau terbuka ikatannya. Bukakan tali bag yang merangkungi pinggang anda sebelum menyeberangi sungai. Sekiranya anda terjatuh atau tergelincir, anda hanya perlu melepaskan bag tersebut sebelum anda dihanyutkan oleh arus sungai.
Anda tidak digalakkan menyeberangi sungai dengan menggunakan kasut, gunakan sandal. Kasut dan stokin yang basah akan menggangu perjalanan anda dan juga akan mengakibatkan kaki anda mudah luka/melecet dan ini tentunya tidak menyelesakan anda. Anda juga sama sekali tidak dibolehkan menyeberangi sungai tanpa memakai alas kaki (kasut/sandal/selipar), tiada siapa yang tahu apa yang ada didasar sungai dan untuk keselamatan anda gunakan alternatif lain jika keadaan memaksa.

Kebersihan

Cuba sedaya upaya untuk mandi setiap hari kerana ini akan mengelakkan ruam atau setidak- tidaknya lap tempat-tempat yang mudah berpeluh seperti dibawah ketiak menggunakan kain basah sebelum anda tidur. Jangan sekali-kali meninggalkan barangan asing yang tidak mudah hancur di dalam hutan seperti bag plastik dan puntung rokok kerana ia akan mencemarkan kawasan tersebut. Bawa keluar semua sampah selepas anda selesai pengembaraan. Adalah lebih baik menggunakan plastik sampah yang tebal untuk mengelakkan dari pecah semasa anda membawanya. Sampah yang mudah hancur hendaklah ditanam di dalam lubang sedalam (sekurang-kurangnya) setengah meter supaya ia mudah hancur dan mengelak dari mencemari kawasan tersebut. Jangan biar tin-tin kosong berselerakan. Untuk mudah dibawa ketuk tin hingga leper dan masukkan kedalam plastik sampah atau beg anda.
Lubang sedalam setengah meter juga sesuai dijadikan tandas kerana ia mudah di timbus semula selepas digunakan. Ingat jangan jadikan sungai sebagai tandas vip anda. Jangan sekali-kali mencemari sungai, bertimbang rasa lah kepada pengguna lain.
Kebanyakan air sungai yang bebas menggalir didalam hutan boleh diminum terus tanpa perlu memasaknya terlebih dahulu.Akan tetapi adalah lebih baik sekiranya air tersebut dimasak untuk mengelakkan jangkitan kuman leptospirosis ( akibat dari air kencing tikus). Jangan abaikan kesihatan anda ketika berkembara.

Saiz kumpulan

Saiz kumpulan/peserta adalah bergantung kepada tempat yang anda ingin jelajahi . Sekiranya tempat yang anda tuju itu lengkap dengan kemudahan asas dan perjalanannya agak dekat , jumlah peserta yang besar tidak menjadi halangan. Akan tetapi sekiranya tempat yang anda tuju itu jauh ke dalam hutan yang mengambil masa yang lama untuk sampai, kumpulan seramai 10 hingga 12 orang amat sesuai kerana ianya agak mudah dikawal. Saiz kumpulan yang besar sekitar 40 hingga 50 orang agak sukar di kawal dan ini akan mudah merosakkan kawasan hutan yang dilalui.
Jurupandu juga banyak bergantung kepada saiz kumpulan tersebut. Sekiranya kumpulan yang besar beberapa orang jurupandu mungkin diperlukan. Adalah dinasihati supaya anda mempunyai sekurang-kurang dua orang jurupandu atau orang yang mengetahui selok belok tempat yang dituju supaya sekiranya berlaku sesuatu yang tidak di ingini kepada jurupandu, anda masih mempunyai seorang lagi jurupandu untuk membawa anggota kumpulan anda keluar atau meminta bantuan.

Ancaman Bahaya

Amat banyak tetapi selalunya boleh dielak. Binatang buas selalunya tidak akan menyerang manusia melainkan ia diancam terlebih dahulu. Cuba elak dari tempat yang dikenal pasti terdapat harimau, gajah atau buaya. Maklumat seperti ini boleh didapati dari pejabat perhutanan atau balai polis yang berdekatan dengan tempat yang anda ingin tuju . Minta nasihat dari pihak berkuasa tempatan sebelum anda melangkah ke sesuatu kawasan hutan. Kebiasaannya pihak perhutanan atau renjer ada memantau pergerakkan binatang buas di kawasan jagaan mereka.
Ular dapat merasa getaran apabila ada musuh menghampiri dan selalunya ia akan menjauhkan diri. Jangan sekali-kali cuba menggali lubang yang terdapat di dalam hutan dikhuatiri ianya adalah sarang kepada ular yang berbisa. Sekiranya anda ingin menggali lubang untuk di jadikan lubang sampah, gali lubang baru atau jauh dari lubang yang anda temui itu. Beruang selalu nya tidak akan menggangu manusia tetapi ia boleh menjadi agrasif sekiranya terkejut dan berkemungkinan menyerang sekiranya terserempak dengan anda.
Kala Jengking, halipan, lebah dan ulat bulu beracun adalah diantara banyak serangga yang biasa di temui di hutan. Sengatan mereka agak menyakitkan tetapi agak kurang bahaya. Tetapi kepada mereka yang alah kepada racun serangga ini boleh mengakibatkan gatal gatal atau mungkin mengakibatkan kematian. Mengambil pil Anti-histamine atau epinephrine jab merupakan langkah berjaga-jaga yang baik. Untuk mengelakkan dari serangga ini memasuki khemah taburkan sedikit garam atau belerang di sekeliling khemah anda.
Pacat juga merupakan satu ancaman . Gigitan pacat boleh menyebabkan pendarahan yang berpanjangan tetapi ianya tidak membahayakan. Ianya akan menyebabkan rasa gatal yang berpanjangan dan mungkin akan menyebabkan kudis sekiranya tidak di rawat dengan ubat anti-septik.
Di sesetengah kawasan, demam malaria merupakan ancaman yang agak merbahaya. Adalah dinasihatkan supaya anda mengambil pil anti-malaria satu minggu sebelum, memulakan pengembaraan terutama pengembaraan yang memerlukan anda tinggal di dalam hutan lebih dari seminggu. Adalah lebih baik menghindari kawasan pembiakan nyamuk (sekiranya anda mempunyai maklumat terlebih dahulu) atau anda boleh juga menggunakan krim pencegah serangga. Sentiasa tutup (zipped-up) khemah sepanjang masa untuk mengelakkan dari nyamuk atau serangga memasukinya.
Batu adalah merbahaya. Kebanyakkan kasut akan menggelonsor di atas batu yang basah. Walaupun kecil batu adalah sangat licin. Sekiranya anda tergelincir, ianya boleh menyebabkan kemalangan. Berhati-hatilah semasa melangkah terutama di kawasan berbatu dan berair.
Alur sungai juga boleh bertukar menjadi sungai yang besar sekiranya terdapat hujan di hulu. Anda mungkin menyeberang alur sungai beberapa jam sebelumnya tetapi ianya mungkin bertukar menjadi sangat deras dan ganas dalam masa beberapa minit sahaja. Banjir kilat adalah fenomena yang biasa di hutan terutama di kawasan hutan hujan tropika seperti terdapat di Malaysia. Banjir kilat boleh meghanyutkan kayu balak yang besar dan sangat merbahaya sekiranya anda berada di laluan sungai tersebut. Jangan sekali kali anda berkhemah terlalu hampir dengan tebing sungai, anda mungkin dihanyutkan air semasa sedang tidur.
Jangan bergerak sendirian ketika didalam hutan. Jika anda ingin mandi, membuang air kecil/besar atau menikmati keindahan hutan jangan pergi bersendirian. Tentukan anda membawa rakan anda bersama dan memaklumkan pergerakan anda kepada ketua kumpulan dan memberitahu kemana, berapa lama dan siapa bersama anda. Ini akan memudahkan mereka mengesan anda jika sesuatu hal terjadi. Jika anda keluar bersendirian tanpa pengetahuan rakan-rakan tentulah menjadi sukar jika sesuatu yang tak diingini berlaku kepada anda. Walau apa pun yang anda lakukan sentiasa fikirkan keselamatan diri dan kumpulan anda.
Sebelum anda memulakan pengembaraan, adalah perlu melaporkan kumpulan anda kepada pihak berkuasa tempatan atau pihak polis yang berdekatan. Ini untuk memastikan ada pihak yang mengetahui pergerakan kumpulan anda sekiranya berlaku sebarang pekara yang tidak dingini. Dan sebelum anda meninggalkan tempat tersebut lapur diri semula di pejabat yang anda buat sebelum ini.
Sekiranya anda tersesat, jangan sekali-kali panik. Persiapkan diri atau kumpulan anda untuk bermalam di kawasan yang anda fikir sesuai dan selamat. Jangan cuba untuk mencari jalan keluar kerana mungkin anda akan tersesat lebih jauh lagi. Adalah mudah bagi menemui anda sekiranya anda diam di satu tempat dari anda meneruskan perjalanan. Nyalakan unggun api supaya mudah di kesan dari udara. Sekiranya anda terpaksa meninggalkan tempat itu cuba ikut aliran sungai dan meninggalkan (tanda) jejak anda supaya mudah di kesan oleh pasukan pencari atau sekiranya anda terpaksa berpatah balik.
Sebagai langkah berjaga-jaga, ketua kumpulan adalah di galakkan untuk menyediakan satu wisel kepada setiap ahli dalam kumpulannya. Pastikan wisel berada dekat dengan anda (gantungkan di leher). Jika anda tersesat, tiup wisel sekerap mungkin. Tentunya rakan-rakan yang sedang mencari akan dapat mengesan bunyi wisel anda. Seperti selalunya beringat sebelum terlambat. Tidak dinafikan banyak yang anda perlu ingat. Akan tetapi sekiranya anda selalu berkembara kedalam hutan, pengalaman akan mengambil alih tugas tersebut. Setengah pengetahuan itu hanya boleh di timba melalui pengalaman, jadi apa di tunggu lagi…. Jom kita ke Hutan!
[sumber: ogkl.com.my ~ Catatan adalah berdasarkan pembacaan, pemerhatian dan pengalaman penulis. ~Mohd Zaini Kadir adalah seorang penulis bebas (Emel: mozaini68@hotmail.com)]